Saturday, January 26, 2013

Ekosistem Gurun pasir


MAKALAH EKOSISTEM PADANG PASIR














OLEH :
KELOMPOK 4

v     NISA
v     MIRNA NURLIANA
v     DAWUD ABDILLAH
v     RACHMAT SAPUTRA

Program D4 VEDCA join POLIJE
Teknologi Pangan dan Gizi
Cianjur 2012

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Ekologi merupakan salah satu cabang biologi. Yaitu ilmu pengetahuan tentang hubungan antara organisme dan lingkungan –nya. Atau ilmu yang mempelajari pengaruh factor lingkungan terhadap jasad hidup. Ada juga yang mengatakan bahwa ekologi adalah suatu ilmu yang mencoba mempelajari hubungan antara tumbuhan , binatang dan manusia dengan lingkungannya dimana meka hidup.
Ekosistem merupakan tingkat organisasi yang lebih tinggi dari komonitas, atau merupakan kesatuan dari suatu komunitas dengan lingkunganya dimana terjadi antar hubungan .disini tidak hanya mencakup serangkaian spesies tumbuhan dan hewan saja , tetapi juga segala macam bentuk materi yang melakukan siklus dalam system itu serta energi yang menjadi sumber kekuatan. Untuk mendapatkan energy dan materi yang diperlukan untuk hidupnya semua komonitas bergantung kepada lingkungan abiotik. Organisme produsen memelukan energy, cahaya,oksigen, air dan garam –garam yang semuaya diambil dari lingkungan abiotik. Ada bermacam-macam jenis ekosistem, mulai dari ekosistem air, darat, maupun buatan  diantara  nya ekosistem laut,pantai,sungan,hutan,mangrupe,gunung dan lain lain Salah satu ekosistem darat adalah Ekosistem Padang Pasir atau yang biasa disebut gurun.( Irwan,D.1996 ).
Pengertian gurun itu sendiri yaitu suatu daerah dimana curah hujannya sangat kecil yaitu kurang dari 250mm/tahun, suhu sangat tinggi di siang hari dan sangat rendah di malam hari, dan kelembapan udara rendah. Padahal tidak semua gurun panas, ada juga gurun yang sangat dingin pada musim dingin sampai 12° C yaitu Gurun Gobi di wilayah Asia.
Ekosistem gurun  ini sangat mudah dikenali. Ciri-cirnya adalah suhu udara yang panas di siang hari, tanah yang gersang dan tidak subur, curah hujan sangat rendah, perbedaan suhu antara malam dan siang hari sangat signifikan (siang panas, sedangkan malam hari sangat dingin). Ekosistem ini banyak kita temui di benua Afrika. ( Anonymous,2012 ).
Tentunya kebanyakan orang akan berpikir bahwa tidak mungkin ada kehidupan dengan kondisi gurun yang seperti itu. Kalaupun ada tentunya hanya flora dan fauna yang mampu bertahan dengan temperature yang sangat panas di siang hari dan sangat dingin di malam hari seperti, kaktus dan unta. Hal inilah yang melatarbelakangi kami sebagai penulis untuk menyusun makalah dengan judul ”Keanekaragaman Makhluk Hidup Pada Ekosistem Gurun”.
Dengan adanya makalah ini diharapkan kita dapat mengetahui keanekaragaman yang ada pada ekosistem gurun.
Oleh karena itu mahasiswa jurusan Teknologi Pangan Dan Gizi belajar membuat makalah ekosistem gurun pasir untuk mendukung belajar mahasiswa dalam mempelajari atau memahami ilmu kelaman dasar.
1.2  Tujuan
Tujuan dibuatanya makalah tentang ekosistem gurun pasir adalah agar mahasiswa dapat :
1.      Menjelasakan tentang ekosistem  pada guru pasir dan makhluk hidupnya.
2.      Memahami karakteristik gurun dan jenis ekositemnya.
3.      Mengetahui bagaimana mahluk hidup berinteraksi di guru pasir.

1.3  Perumusan Masalah
Adapun perumusan masalah nya sebagai berikut :
a.       Apa pengertian dan ciri gurun ?
b.      Bagaimana kehidupan di gurun ?
c.       Bagaimana proses terjadinya gurun ?
d.       Apa saja jenis-jenis dan persebaran gurun di dunia gurun ?
                                               
1.4  Batasan Masalah
Karena luasnya permasalahan dalam penulisan makalah ini maka cakupan pembahasan dibatasi pada pengertian dan ciri gurun, kehidupan di gurun, proses terjadinya gurun, persebaran gurun di dunia, ciri-ciri dari ekosistem gurun.



BAB II
KARAKTERISTIK DAN KEHIDUPAN
PADANG PASIR


2.1 Pengertian Gurun dan Karakteristiknya
            Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gurun diartikan sebagai padang luas yang tandus, atau padang pasir.
            Dalam pengertian lain juga disebutkan gurun yaitu suatu daerah dimana curah hujannya sangat kecil yaitu kurang dari 250mm/tahun,sifat udaranya kering dan hampir tidak ada tumbuh-tumbuhan yang hidup.Gurun disebut juga daratan kering, karena klasifikasi gurun berdasarkan tingkat kekeringan di suatu wilayah.Hampir seperempat permukaan bumi daratan merupakan daerah gurun dengan temperatur yang dapat melebihi 55 derajat Celcius pada siang hari dan sangat dingin pada malamhari.
Gurun pasir sebagai biosper karena gurun pasir merupakan tempat kehidupan yang terdiri semua jasad hidup, air, udara, tanah dan materi yag membentuk ekosistem pada gurun pasir tersebut.
            Ciri atau karakteristik dari ekosistem gurun dapat dilihat dari posisi geografisnya, iklim, curah hujan dan cuacanya.

2.2 Posisi geografis
            Ekosistem ini paling luas terpusat di sekitar 20 derajat LU, mulai dari Pantai Atlantik di Afrika hingga ke Asia Tengah. Sepanjang daerah itu terdapat kompleks gurun Sahara, gurun Arab dan gurun Gobi dengan luas mencapai 10 juta kmpersegi.
            Bentang gurun memiliki beberapa ciri umum. Gurun sebagian besar terdiri dari permukaan batu karang. Bukit pasir yang disebut erg dan permukaan berbatu merupakan bagian pembentuk lain dari gurun.
Dilihat dari letak geografisnya ekosistem gurun memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Tingkat evaporasi (penguapan) yang lebih tinggi daripada curah hujan
b. Tumbuhannya berdaun kecil seperti duri dan mempunyai akar yang panjang. (Daun yang kecil berfungsi untuk mengurangi penguapan Akar panjang berfungsi  untuk mengambil air dari tempat yang dalam dan kemudian disimpan dalam jaringan spons.)
c. Dihuni oleh hewan jenis pengerat contohnya, hamster dan gerbill.
d. Air tanah cenderung asin karena larutan garam dalam tanah tidak cenderung berpindah baik karena pencucian oleh air maupun drainase.

2.3.Iklim
            Iklim di gurun luar biasa ekstrim, kalau panas sangat panas sekali dan kalau dingin luar biasa dingin. Ada beberapa musim di Kuwait yaitu Panas (32-40°C sekitar Jun-Jul) , Panas Sekali (41-50° C sekitar Jul – Aug – Sep), Dingin (8-20°C sekitar Nopember).
Ciri-ciri :
a. Iklim panas dan kering sepanjang tahun.
b. Penternakan nomad dijalankan.
c. Penduduk hidup berpindah-randah untuk nencari sumber air.
d. Hujan tahunan kurang daripada 250mm.
e. Suhu harian sangat tinggi, yaitu antara 22°C hingga 32°C.

2.4 Curah Hujan
            Gurun didefinisikan dengan ketat sebagai sebuah tempat yang menerima curah hujan kurang dari 254 mm (10 inci) setahun.
Ciri-ciri :
a. Curah hujan sangat rendah, + 25 cm/tahun
b. Kecepatan penguapan air lebih cepat dari presipitasi
c. Kelembaban udara sangat rendah
d. Perbedaan suhu siang hari dengan malam hari sangat tinggi (siang dapat mencapai 45 C, malam dapat turun sampai 0° C)
e. Tanah sangat tandus karena tidak mampu menyimpan air

2.5 Cuaca di Gurun Pasir
            Di dunia ini kira-kira sepertiganya berupa gurun. Atau lebih dikenal daerah dengan curah hujan yang sangat rendah (<25cm/tahun). Daerah ini dikenal sebagai daerah beriklim Arid (kering). Daerah ini biasanya memiliki kelembaban udara yang sangat rendah.
Sudah disebutkan diatas bahwa gurun itu daerah ini yang sedikit pohon, artinya penyebab utamanya adalah karena sedikit air yang ada disana.
            Salah satu yang termudah adalah melihat apa saja yang mengontrol kelembaban udara atau kandungan air di udara ini. Karena kandungan air diudara inilah yang nantinya bertanggung jawab atas terdapatnya air di suatu tempat atau disuatu daerah (kawasan) tertentu.Salah satu untuk melihat kandungan air tentusaja melihat pola angin, awan dan pola hujan di bumi. Di sebelah kanan ini peta bumi yang menggambarkan tempat-tempat di bumi ini dimana curah hujannya rendah 25-50 mm/tahun (semi arid), dan daerah yang memiliki curah hujan sangat rendah dibawah25mm/tahun.
            Terlihat bahwa tempat yang langka dengan hujan (arid) berada disekitar daerah tropis. Tentunya daerah tropis atau berada diantara 30° Lintang Utara dan 30° Lintang Selatan. Daerah tropis ini daerah yang memiliki suhu rata-rata tahunan sangat tinggi.

2.6 Kehidupan Di Gurun
            Panas menyengat di siang hari, dingin membeku di malam hari, kemarau selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan berturut-turut, kelangkaan makanan. Semua ini adalah bagian dari lingkungan gurun. Sangat sulit bertahan hidup dalam kondisi yang sedemikian keras. Namun, di balik semua kesulitan ini, berbagai jenis makhluk bisa bertahan hidup dan bahkan berkembang pesat di gurun. Bila kita amati, akan tampak bahwa semua struktur tubuh dan gerakan makhluk-makhluk ini telah diciptakan dengan karakteristik yang sesuai untuk kehidupan di sana. Allah menciptakan ciri khas tertentu untuk melindungi makhluk- makhluk ini dari panas. Bila kita memperhatikan lebih dekat sebagian contoh ciri-ciri ini, kita dapat melihat dengan jelas bahwa kelengkapan makhluk-makhluk ini tidak mungkin ada dengan begitu saja, melainkan diciptakan oleh Sang Pencipta yang memiliki kekuatan yang sangat hebat.

 Kaktus
 Kaktus adalah nama yang diberikan untuk anggota tumbuhan berbunga famili Cactaceae. Kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air. Kaktus biasa ditemukan di daerah-daerah yang kering (gurun). Kata jamak untuk kaktus adalah kakti. Kaktus memiliki akar yang panjang untuk mencari air dan memperlebar penyerapan air dalam tanah. Air yang diserap kaktus disimpan dalam ruang di batangnya. Kaktus juga memiliki daun yang berubah bentuk menjadi duri sehingga dapat mengurangi penguapan air lewat daun. Oleh sebab itu, kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air.

            Ada lebih dari 2000 jenis kaktus ada di belahan bumi. Mereka bisa tumbuh subur di lahan tandus dan kekurangan air. Ini lah hal unik dari kaktus. Kaktus adaptasinya tinggi. Kemudian, batang kaktus juga dilapisis jaringan lilin yang dapat mengurangi penguapan. Jaringan ini mampu menyimpan air dan tahan terhadap kekeringan sekalipun. Namun, yang namanya mahluk hidup tentu saja butuh air. Kaktus tetap membutuhkan air untuk bertahan hidup. Makanya, di gurun-gurun, kaktus memiliki akar yang sangat panjang bermeter-meter ke dalam pusat bumi untuk mencari sumber air.

 Flora Lainnya

Hampir tidak ada tumbuhan tingkat tinggi yang mampu bertahan. Tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan daerah kering (tumbuhan serofit).
Tumbuhannya berdaun kecil seperti duri dan mempunyai akar yang panjang. Daun yang kecil berfungsi untuk mengurangi penguapan Akar panjang berfungsi untuk mengambil air dari tempat yang dalam dan kemudian disimpan dalam jaringan spons.
 Unta atau Onta
Unta atau Onta adalah dua spesies hewan berkuku genap dari genus Camelus (satu berpunuk tunggal – Camelus dromedarius, satu lagi berpunuk ganda – Camelus bactrianus) yang hidup ditemukan di wilayah kering dan gurun di Asia dan Afrika Utara. Rata-rata umur harapan hidup unta adalah antara 30 sampai 50 tahun.
Domestikasi unta oleh manusia telah dimulai sejak kurang lebih 5.000 tahun yang lalu. Pemanfaatan unta antara lain untuk diambil susu (yang memiliki nilai nutrisi lebih tinggi dari pada susu sapi) serta dagingnya, dan juga digunakan sebagai hewan pekerja.

Ular

Ular berbisa gurun (Cerastes Vipera) hidup di bawah pasir. Ular berbisa ini masuk ke dalam pasir dengan menggeliat bergoyang-goyang menyamping. Ular ini menggerakkan ekornya dari kiri ke kanan dengan sangat cepat. Gerakan ini lalu meliputi seluruh tubuhnya dalam tiga pelintir. Akhirnya sekujur tubuh ular terkubur sepenuhnya, kecuali satu atau kedua matanya saja. Dengan cara ini, ular berbaring sambil menunggu, memburu mangsanya. Tetapi strategi seperti ini dapat menimbulkan risiko bagi mata ular, karena mata ini tetap berada di luar, di tempat yang dapat didera oleh badai pasir secara tiba-tiba. Namun, karena mata ular dirancang khusus, risiko tersebut terhapus seluruhnya. Mata ular berbisa ini terlindung dari gangguan pasir karena memiliki “kaca mata” luar yang terbuat dari sisik yang tembus pandang.

Serigala Gurun

Penghuni gurun yang lain, yaitu serigala gurun bewarna krem, jenis serigala terkecil, memiliki telinga yang sangat besar. Serigala ini hidup di gurun berpasir di Afrika dan Arab. Telinganya yang lebar tidak hanya membantu menentukan tempat mangsanya berada, tetapi juga berfungsi untuk mencegah panas berlebihan dan membuat hewan ini tetap sejuk.

Kadal

Kadal bermoncong-sekop, yang tinggal di gurun, bergerak seperti menari di pasir untuk mendinginkan ekor dan kakinya. Kemudian, dengan bertumpu pada ekornya, kadal ini bergantian mengangkat satu kaki belakang dan satu kaki depan. Setelah beberapa detik, kakinya berganti posisi. Kadal ini seolah berenang di bukit pasir dengan dukungan bentuk tubuh dan hidungnya yang aerodinamis, dan telapak kakinya yang besar memungkinkan kadal berlari di pasir dengan sangat cepat.

Katak Gurun

Katak gurun, yang hidup di Australia, mirip dengan tangki air. Saat hujan, katak ini mengisi kantung-kantung di tubuhnya dengan air. Kemudian dia menguburkan dirinya sendiri di bawah pasir dan mulai menunggu sampai hujan yang berikutnya turun. Bila merasa haus, hewan gurun lainnya mencari katak ini dan meminum airnya, dengan cara mengeluarkan katak ini dari pasir.

2.7 Proses Terjadinya Gurun
Berdasarkan proses terjadinya, ekosistem gurun merupakan ekosistem alami yaitu ekosistem yang terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia. Sebagian besar gurun terletak di kedua sisi Khatulistiwa, di daerah yang dikenal sebagai daerah tropis.
Udara hangat mengalir dari Khatulistiwa ke daerah Tropis, udara akan naik dan mendingin. Saat dingin, udara melepaskan kelembabannya berupa hujan. Pada saat mencapai daerah Tropis, udara mulai turun ke arah tanah dan memanas lagi. Udara hangat ini menyerap semua kelembaban dari tanah di bawahnya, sehingga menjadi kering dan terjadilah Gurun kering.
Selain itu, kebanyakan, pembentukan permukaan gurun disebabkan oleh air. Hujan yang turun di daerah gurun biasanya sangat deras, sehingga tanah yang kering dan keras tidak bisa menyerap air. Air tersebut akhirnya terus mengalir deras menuruni lereng, menjadi banjir. Air tersebut memahat lereng lembah curam yang dikenal dengan nama “Wadis”. Batu-batuan raksasa dan batu kali hanyut dari lembah ke dataran gurun. Batuan yang berada dipermukaan gurun terkena panas di siang hari dan malam hari menjadi dingin. Pemanasan dan pendinginan ini lama kelamaan akan merapuhkan batu dan akhirnya pecah menjadi pasir-pasir.

2.8 Jenis-jenis Gurun dan Persebarannya
Gurun dapat dibeda
kan menjadi beberapa jenis, yaitu yang pertama berdasarkan curah hujan dan tingkat kekeringannya dan yang kedua berdasarkan lintang dan lokasi keberadaannya.

v Berdasarkan curah hujan dan tingkat kekeringannya.
v   Gurun sangat kering, yaitu gurun yang selama 12 bulan hampir tidak ada hujan. Contohnya: gurun Thar, India.

v  Gurun kering, yaitu gurun yang curah hujannya kurang dari 250mm\tahun.
Contohnya: gurun Agatsya Malai,India.
v  Gurun setengah kering, yaitu gurun yang curah hujannya antara 250mm-500mm/tahun.
Contohnya:gurun Oregon Timur,di Amerika Serikat.

v Berdasarkan lintang dan lokasi keberadaannya.
Berdasarkan lintang dan lokasi keberadaannya gurun dibagi menjadi 4 macam,yaitu Gurun Kutub, Gurun Subtropis, Gurun Musim dingin dan Gurun Pantai Dingin

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
NO
NAMA
TIPE GURUN
LUAS
LOKASI
1.
Antartika
Kutub
14.2 juta km2
Antartika
2.
Arctic
Kutub
13.9 juta km2
Alaska ,Kanada, Greenlaend,Iceland, Norwegia, Swedia, Finlandia, Russia
3.
Sahara
Subtropis
9 juta km2
Afrika Utara
4.
Arabia
Subtropis
2.6 juta km2
Semenajung Arab
5.
Gob
Musim Dingin
129.5000 km2
Cina dan Mongolia
6.
Patagonian
Musim Dingin
673.400 km2
Argentina
7.
Great Victoria
Subtropis
647.500 km2
Australia
8.
Kalahari
Subtropis
569.800 km2
AfrikaSelatan, Botswana, Namibia
9.
Great Basin
Musim Dingin
492.100 km2
Amerika Serikat
10.
Thar
Subtropis
453.250 km2
India, Pakistan
11.
Chihuahuan
Subtropis
453.250 km2
Mexicio
12.
Great Sandy
Subtropis
388. 500 km2
Australia
13.
Kara-Kum
Musim Dingin
349. 650 km2
Uzbekistan, Turkmenistan
14.
Dataran Tinggi Colorado
Musim Dingin
336.700 km2
Amerika Serikat

15.
Gibson
Subtropis
310.800 km2
Australia
16.
Sonora
Subtropis
310.800 km2
Amerika Serikat, Mexico
17.
Taklamakan
Musim Dingin
27.195 km2
Cina
18.
Iranian
Musim Dingin
259.000 km2
Iran
19.
Simpson
Subtropis
145.040 km2
Australia
20.
Mojave
Subtropis
139.860 km2
Amerika Serikat
21.
Atacama
Pantai dingin
139.860 km2
Chile
22.
Namibia
Pantai dingin
33.670 km2
Angola, Namibia, Afrika Selatan



2.9 Sumber Air Pada Gurun Pasir
                  Sumber air pada gurun pasir adalah sebagai berikut :
1.         Danau-danau Ubari, Oasis Erg Awbari, Sahara

Lokasinya dekat Fezzan dan 30 km sebelah utara Germa, Libia. Danau berair asin ini merupakan suatu lokasi pusat perdagangan bagi warga setempat yang kebanyakan menjual suvenir dan barang-barang lainnya di pinggir danau.

Umm Al-Maa, yang berarti Ibu Air, merupakan salah satu danau terbesar di oasis ini. Sayangnya, seperti danau-danau lainnya, dalam sehingga lapisan air danau-danau ini mulaimengering.
Berbarengan dengan airnya yang mulai kotor, tingkat garamnya pun saat ini sama dengan di Laut Mati. Tingginya garam di danau Umm Al-Maa membuat Anda mudah terapung jika berendam di sini.



Bekas kota Gebraoun yang telah ditinggalkan penghuninya terletak tidak jauh dari sini dengan reruntuhan bangunan yang impresif menunjukkan bahwa danau-danau di sini pernah menjadi gantungan hidup yang memadai dan berkualitas.

2. Oasis Huacachina, Peru


Hucachina merupakan kota oasis kecil di daerah Ica, barat daya Peru. Oasis yang diberi nama "Oasis of Americas" ini merupakan resort populer di kalangan turis asing maupun domestik.

Legenda setempat menceritakan bahwa danau ini terbentuk saat pemburu muda mengganggu seorang puteri cantik yang sedang mandi. Puteri tersebut segera pergi menghilang meninggalkan kolam air yang kemudian menjadi danau.





3. Oasis Turpan, China


Turpan, atau dikenal juga dengan nama Tulufan, merupakan kota oasis di daerah Xinjiang Uygur, China. Berjarak hanya 8 km sebelah barat reruntuhan kota Jiaohe, suatu daerah batas pasukan garnisun yang dihancurkan oleh Genghis Khan pada jaman dinasti Han.



4. Danau Gurun di Brasil

Danau gurun yang indah ini terletak di Lençóis Maranhenses National Park, Maranhao, Brasil.

Terbentuk sebagai bagian dari suatu sistem danau air tawar yang berasal dari hujan selama enam bulan pertama tiap tahunnya dan kemudian akan menguap secara bertahap dan tahun berikutnya airnya akan meninggi kembali.

Beberapa danau di antaranya terdapat pepohonan palem, sementara yang lainnya gersang



5. Danau Creescent di Gurun Gobi China

Danau gurun ini berlokasi di ujung sebuah kota kuno yang bisa dijumpai pada perjalanan sepanjang Silk Road ke Barat.

Saat ini mulai mengering dan turun lebih dari 25 kaki sepanjang 30 tahun terakhir karena digunakan langsung oleh petani dan populasi yang semakin meningkat. Ini mengakibatkan berangsur menghilangnya danau ini yang telah ada sejak ribuan tahun yang lalu.



6. Oasis Chebika, Tunisia


Oasis cantik ini mungkin adalah oasis yang paling banyak dilihat orang tanpa orang menyadarinya. Di sinilah lokasi pembuatan film Star Wars Episode IV: A New Hope.

Nama oasis inipun akhirnya diambil dari salah satu karakter di film tersebut yaitu Chewbacca.





7. Oasis Timia, Gurun Sahara, Nigeria

Oasis Timia berlokasi di Aïr Mountains (Nigeria utara), merupakan oasis paling indah di negara ini.

Bukan hanya karena gambaran sebuah danau di tengah gurun dengan beberapa pohon palemnya saja, di dalamya juga terdapat taman-taman subur dengan tanaman jeruk dan buah delima yang siap dipetik dan dimakan di tempat (dengan membayar tentunya).

Beberapa jenis pohon buah-buahan lainnya, sereal, dan sayur-sayuran juga tumbuh di sini. Hasil panennya bahkan juga dikirim ke daerah lain di Nigeria.



8. Oasis di Oman

Oasis hijau ini tersembunyi di tengah gurun Oman. Beberapa oasis di kesultanan Oman kerap dijadikan tempat studi botanikal di bidang agro-biodiversity. Para peneliti juga mencari sebab mengapa jumlah oasis berkurang dengan cepat.


Sebenarnya masih banyak oasis alami lainnya di muka bumi ini, tapi setidaknya inilah yang masih tersisa dan dimanfaatkan manusia dan terdokumentasi.






BAB III
EKOSITEM GURUN PASIR



3. 1 Komponen Pendukung Ekosistem Padang Pasir

Pada ekosistem ini, kita akan menemukan beberapa jenis organisme yang mendukung terbentuknya ekosistem padang pasir.

v Autotrof
·         Organisme ini bisa membuat makanan sendiri dengan bantuan cahaya matahari, air dan komponen udara. Organisme autotrof pada ekosistem ini adalah tanaman.
  • Keadaan lingkungan yang sangat panas di padang pasir, mempengaruhi jenis tanaman mana yang bisa bertahan hidup di daerah seperti ini. Misalnya saja kaktus, tanaman ini sangat cocok hidup di daerah gurun karena memang tidak terlalu banyak membutuhkan air. Daun-daunnya yang menyerupai jarum, mencegah evaporasi (penguapan) kadar air dalam kaktus ke udara secara berlebihan, sehingga kaktus tetap memiliki kadar air yang cukup pada batangnya.

v Heterotrof

·       Organisme ini adalah jenis organisme yang merupakan konsumen karena memang tidak bisa membuat makanan sendiri seperti tanaman. Organisme jenis ini adalah para hewan herbivora atau pemakan tanaman.
·       Hewan herbivora di ekosistem padang pasir ini bukanlah hewan pemakan rumput biasa. Contohnya onta atau unta. Hewan herbivora ini bisa bertahan hidup di padang pasir yang gersang dan kering tanpa harus kehausan dalam waktu yang cukup lama.
·       Selain unta, hewan lain yang biasa hidup di daerah gurun ini adalah kalajengking, semut, kadal, maupun ular.



v Abiotik

·       Abiotik adalah komponen mati atau tak hidup yang ikut mendukung keseimbangan ekosistem padang pasir. Komponen abiotik ini meliputi tanah, pasir, batu, udara, maupun air.

v  Pengurai

  • Pengurai adalah organisme yang bertugas untuk menguraikan bahan organik dari makhluk hidup yang sudah mati (misal: tanaman mati, bangkai hewan).
  • Pengurai atau yang biasa disebut sebagai dekomposer ini akan menyerap sebagian hasil penguraian dan membuang beberapa zat sederhana ke tanah untuk digunakan lagi oleh produsen yang tak lain adalah tanaman gurun (misal: kaktus). ( Anonymous 2012 ).

 3.2 Sistem Produksi, Konsumsi dan Dekomposisi
System produksi alam ekosistem padang pasir erat hubungany dengan daur materi, aliran energy dan cahaya matahari. Produksi pada gurun pasir yaitu proses pemasukan dan penyimpanan energy didalam ekosistem. Produksi primer meliputi pemasukan – pemsukan yag mencangkup pemindahan energy cahaya menjadi energy cahaya menjadi energy kimia oleh produsen. Penggunaaan energy pada binatang dan mikroba disebut produksi sekunder.
Produksi primer dari suatu ekosistem berasal dari suatu ekosistem berasal dari suatu proses fotosintesis yang dilakukan oleh tubuhan berhijau daun dengan pengikat energy yag berasal dari matahari. Produktivitas dari suatu ekosistem adalah kecepatan cahaya matahari yang iikat oleh vegetasi menjadi produkivitas kotor ( gross ), sesuai dengan kecepatan fotosintesis.
Proses dekomposisi menghasilkan materi atau mineral di padang pasir yang merupakan lingkungan hidup  tersendiri. Proses ini dimulai apabila ada tumbuhan atau hewan yang mati. Tubuh makhlik – makhluk diuraikan patahan – patahan kecil oleh jamur, rayap dan lain – lain.serpihan ini terakhir diuraikan menjadi unsur – unsur yang lebih sederhana oleh makro yang disebut bakteri pengurai. Adanya satwa – satwa kecil ini memberikan pula kehidupan kepada pemangsa – pemangsa seperti kalajengking.
sinar matahari
                                                                      Produsen sekunder
               Produsen
                Primer
                                                                       
Perombak
Predator
                       Mineral
                                        

Gambar system  Produksi, Konsumsi dan Dekomposisi

3.3  Peran Cahaya matahari pada ekositem padang pasir.
Keadaan udara di suatu tepat dipengaruhi oleh cahaya matahari,kelembaban, dan juga temperatur (suhu). Intensitas cahaya matahari yang diterima oleh suatu daerah akan mempengaruhi kelembaban atau kadar uap air di udara. Selain itu, cahaya matahari juga menyebabkan peningkatan suhu atau temperatur udara. Adanya perbedaan temperatur menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan udara, sehingga udara mengalir atau bergerak membentuk angin. Kesemuanya memberikan pengaruh bagi organisme.
Cahaya matahari merupakan sumber energi utama semua makhluk hidup, karena dengannya tumbuhan dapat berfotosintesis. Sedangkan keberadaan uap air di udara akan mempengaruhi kecepatan penguapan air dari permukaan tubuh organisme. Organisme yang hidup di daerah panas (suhu udara tinggi dan kelembaban rendah) akan berupaya untuk mengurangi penguapan air dari dalam tubuh, misalnya onta yang merupakan hewan khas padang pasir. Sedangkan beruang kutub,karena hidup di lingkungan yang sangat dingin, beradaptasi dengan memiliki rambut yang tebal.

Selain perbedaan suhu udara juga bisa menimbulkan angin, yaitu aliran udara akibat perbedaan tekanan. Sehingga organisme akan menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Contohnya pada tumbuhan. Tumbuhan yanghidup di daerah dengan angin yang kencang, daerah pantai misalnya,membentuk sistem perakaran yang kuat dan batang yang elastis supaya tidak mudah patah ketika diterpa angin. Contohnya jenis tumbuhan tersebut adalah cemara udang.

3.4 Faktor – Faktor Abiotik Utama Pada Gurun Pasir
 Lingkungan abiotik adalah komponen mati atau tak hidup,yang ikut mendukung keseimbangan ekosistem padang pasir. Komponen abiotik ini meliputi : suhu,tanah, pasir, batu, Cahaya matahari, Angin maupun air.
a.    Suhu
Suhu lingkungan merupakan faktor penting dalam persebaran organisme karena pengaruhnya pada proses biologis dan ketidakmampuan sebagian organisme untuk mengatur suhu tubuhnya secara cepat. Suhu internal suatu organisme sesungguhnya dipengaruhi oleh pertukaran panas dengan lingkungannya da sebagian besar organism tidak dapat mempertahakan suhu tubuhnya lebih tinggi beberapa derajat diatas atau dibawah suhu lingkungan, salah satu tumbuhan yang hidup pada suhu ekstrim adalah kaktus.
b.   Batu dan Tanah
Struktur fisik, ph dan komposisi mineral batuan serta tanah akan membatasi persebaran tumbuhan dan hewan yang memakannya. Sehingga menjadi salah satu penyebab timbulnya poa mengelompok pada area tertentu yang acak pada ekosistem teristrial yang sering kita lihat.
c.    Angin
Angin memperkuat suhu lingkungan pada organisme dengan cara meningkatkan hilangnya panas melalui penguapan dan konveksi. Angin juga menyebabkan hilangnya air di organisme dengan cara meningkatkan laju penguapan pada hewan dan laju transpirasi pada tumbuhan.
d.   Air
Sfat sifat air yang unik berpengaruh pada organisme dan lingkungannya, air sangat penting bagi lingkungannya tetapi ketersediaannya berfariasi secara dramatis diberbagai habitat.
3.5    Komponen Biotik
Komponen biotic pada ekosistem gurun pasir adalah sebagai berikut :
1.      Produsen
Semua organisme berhijau daun ( berkloropil ) tergolong produsen, karena memiliki klorofil,produsen mampu mengubah zat anorganik menjadi zat organik dengan pertolongan cahaya.Zat organik yang diperluka adalah CO dan HO yang akan diubah menjadi zat organic, yaitu gula (  C H₁₂O ) yang selanjutnya diubah menjadi amilium ( Pati ). Dengan proses sebagai berikut :
6CO + 6HO   Cahaya   C H₁₂O + 6 O
                          Kloropil

Karena mampu memproduki makana sendiri tumbuhan sebagai produsen sehingga produsen pada ekosistem gurun pasir yaitu Kaktus dan Organisme yang lainya.
2.      Konsumer
Konsumer pada ekosistem padang pasir yaitu makhluk hidup yang tidak bisa / mampu meproduksi makanan nya sendiri karena zat organik yang diperlukan berasal dari produsen atau hewan lain. Herbivor merupaka hewan pemakan tumbuhan pada padang pasir hewan herbivore yaitu Unta sedangkan hewan Karnivoran yaitu hewan pemakan danging pada gurun pasir yaitu Srigala Gurun, ular, kadal  dan lain – lain.
3.      Pengurai
Mikroorganisme yang berperan menguraikan tubuh makhluk hidup lainnya yang mati atau sampah disebut pengurai. Sehingga ekosistem gurun pasir juga ada pengurai karena pengurai aka menguraikan gas HS yang menimbulkan bau busuk , CO, air dan mineral  - mineral yang meresap kedalam tanah, mineral, air dan gas karbon dioksida hasil pengurai dapat diserap oleh tumbuhan.
4.      Detritiver
Sisa – sisa tumbuhan dan hancuran hewan dapat berupa serpihan – serpihan kecil, remukan , da fragmen – fragmen kecil lainya, hancuran itu disebut detrifus , hewan – hewan pemakan detrifus disebut detrivor.


5.      Predator Dan Parasit
Pada ekosistem gurun pasir terdapat juga predator yaitu pemangsa hewan yang berfungsi sebagai penjaga keseimbangan lingkungan. Digurun yang merupakan hewan pemangasa yaitu srigala gurun atau makhluk yang lainnya.



                                                                                    Tikus                Ular
 

               
Rumput
serangga                       Kadall
 

                                                                                                                                                            Burung
 

kalajengking

                                           Unta
 


                                                                                                                                   Serigala
 

Pengurai


Jaring-Jaring Makanan Ekosistem Gurun Pasir

















BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Setelah penulis membuat dan mempresentasikan makalah ini, penulis dapat menarik beberapa kesimpulan diantaranya :
1.    Ekologi merupakan salah satu cabang biologi. Yaitu ilmu pengetahuan tentang hubungan antara organisme dan lingkungan –nya.
2.    Ekosistem merupakan tingkat organisasi yang lebih tinggi dari komonitas, atau merupakan kesatuan dari suatu komunitas dengan lingkunganya dimana terjadi antar hubungan .
3.    Ekosistem gurun pasir terdiri dari Unta atau Onta, Ular, serigala gurun, Kadal, Katak gurun, kaktus, dan flora lainnya.

4.2 Saran

Bagi para pembaca terutama mahasiswa dan kalangan pelajar lainnya hendaknya banyak mengetahui tentang ekosistem gurun karena dalam ilmu pengetahuan lingkungan, gurun juga memiliki peran penting pada materi ini. Akan tetapi juga perlu meningkatkan pengetahuan dalam ilmu yang lainnya sehingga kita tidak hanya mengetahui satu pengetahuan saja. Karena sebagai mahasiswa kita harus bisa mengeksplor beragam ilmu pengetahuan demi mengembangkan pengetahuan yang telah ada sebelumnya.


DAFTAR PUSTAKA

Anonymous,2012,a Gurun. http://id.wikipedia.org/wiki/Gurun.
________________,bBiomaGurun.http://andimanwno.wordpress.com/2009/01/22/bioma-gurun/

______________,c.Terbentuknygurun.http://rovicky.wordpress.com/2008/06/16/terbentuknya-gurun-bukan-karena-pohonnya-ditebangi/
______________,f.GurunPasirTerindahDidunia:http://terselubung.blogspot.com/2010/09/10-gurun-pasir-terindah-di-dunia.html
______________, g. Padang Gurun http://www.kejut.com/padanggurun
______________, h. Ekosistem http://aurel-jw.tripod.com/Ekosistem.htm
______________,i.EkosistemGurun:http://imammr.wordpress.com/2010/07/02/ekosistem-gurun.
Irwan D. 1992. Prinsip – Prinsip Ekologi, Ekosistem, Lingkungan dan Pelestariannya. PT.Bumi Aksara. Jakarta.
Mitchell et al. 2004. Biologi.Erlangga. Jakarta.
Syamsuri, I. 2004. Biologi Untuk SMA Kelas x. Erlangga. Jakarta.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment